Dalam ceritera tentang perjalanan Dang Hyang Sidimantra ke Besakih, diceriterakan bahwa di gua inilah beliau setiap hari-hari tertentu mempersembahkan haturan kepada Hyang Naga Basuki berupa empahan (susu), madu dan telur. Juga di tempat ini Dang Hyang Manik Angkeran memotong ekor Naga Basuki, sehingga Dang Hyang Manik Angkeran dibakar oleh Naga Basuki sampai meninggal, tetapi kemudian dihidupkan lagi setelah Dang Hyang Sidimantra (Ayah Dang Hyang Manik Angkeran) dapat memasang kembali ekor Naga Basuki yang terpotong itu.
Menurut ceritera rakyat, dahulu kala gua itu tembus sampai ke Gua Lawah Klungkung, sehingga pernah terjadi pada waktu ada sabungan ayam di Gua Lawah, salah seekor ayam sabungan itu lari masuk ke Gua Lawah kemudian dikejar terus oleh pemiliknya dan akhirnya ia keluar di Pura Goa Raja Besakih.
Pada permukaan gua sekarang ini sudah diperbaiki sehingga memungkinkan orang duduk untuk sembahyang atau semadi. Yang paling unik dari gua ini adalah di atas gua terdapat pohon mangga yang lumayan besar dan tumbuhnya tepat di atas gua. Anehnya lagi pohon mangga tersebut tidaklah roboh dan berdiri kokoh dan tegak. Piodalan di pura Goa Raja pada hari Buda Wage Kelawuatau Buda Cemeng Kelawu.
Pura Goa Raja merujuk pada beberapa lokasi sakral di Bali yang memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan dan spiritual:
1. Pura Goa Raja, Besakih (Karangasem)
Pura ini merupakan bagian dari kompleks Pura Besakih, "Ibu dari Segala Pura" di Bali.
- Fungsi Utama: Sebagai stana Ida Bhatara Rambut Sedana (manifestasi Tuhan sebagai pemberi kemakmuran) dan tempat suci Naga Tiga.
- Lokasi: Berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem.
- Piodalan (Upacara): Dilaksanakan pada hari Buda Wage Klawu (Buda Cemeng Klawu) dan Purnama Kasa.
2. Pura Goa Raja, Tajun (Buleleng)
Pura ini dikenal sebagai situs untuk patirtaan (pengambilan air suci) dan penglukatan (pembersihan diri spiritual).
- Lokasi: Terletak di dasar jurang (kedalaman sekitar 177 meter) di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
- Daya Tarik: Pura berada di dalam gua yang dihiasi relief naga, terletak di samping aliran sungai dan air terjun. Terdapat sumber air dalam gentong yang dipercaya tidak pernah habis untuk sarana melukat.
3. Air Terjun Goa Raja (Bangli)
Meski lebih dikenal sebagai destinasi wisata alam, lokasi ini memiliki nuansa spiritual dengan adanya gua dan area sembahyang di sekitar air terjun.
- Lokasi: Terletak di wilayah Kabupaten Bangli.
- Aktivitas: Populer untuk kegiatan hiking dan wisata alam romantis pada tahun 2025.
Informasi Penting untuk Pengunjung 2025:
- Pakaian: Pengunjung wajib mengenakan pakaian adat madya (kain sarung dan selendang) saat memasuki area pura.
- Tiket: Tiket masuk umumnya dikelola secara lokal atau termasuk dalam tiket terpadu kawasan (seperti di kompleks Besakih).
- Status Operasional: Tempat-tempat ini aktif digunakan untuk persembahyangan harian dan upacara adat di sepanjang tahun 2025.



0 Comments: